Salah Tafsir

Posted: August 16, 2012 in my frist note

Salah Tafsir

Guys, kali ini gue akan share storry about me and my bestfriend. Sahabat gue yang satu ini bener-bener sukses banget bikin gue Ge’eR abis, gue sempet mikir kalo dia itu ‘’fall in love sama gue’’… ternyata dia gue.

Salah Tafsir

Tanggal 6-9 April 2012 merupakan hari bersejarah umtuk seluruh anak kelas XI angkatan gue, karena di hari tersebut adalah hari dimana angkatan gue Rihlah Ilmiah ke Jogjakarta, Tour saat SMA merupakan moment spesial yang terlalu berharga untuk dilupakan, jangankan tour saat SMA hari-hari di SMA itu pun memiliki nilai tersendiri dalam sejarah kehidupan gue. (makin ngelantur yah. Yuk lanjut ke cerita Utama.)

Aku masih sibuk dengan tumpukan soal Kimia, saking sibuknya aku sampai lupa jika waktu istirahat sudah berlalu selama 15 menit.

‘’Woy.’’ Sapa dia padaku, dengan suara yang benar-benar menyakitkan telinga, tetapi bila satu hari saja aku tidak mendengar suara itu, aku bisa tersiksa sepanjang hari.

‘’Apaan, gue lagi sibuk ni?’’

‘’Gaya loe Sok Iye, pake sibuk-sibuk segala.’’

‘’Emang loe kagak ngeliat apa, gue lagi ngerjain soal Kimia ni numpuk banget.’’

‘’Ah, soal Kimia itu mah gampang.’’ Dengan gaya belagu badai dia mengatakan soal kimia itu gampang. Wajar saja baginya soal kimia itu mudah karena memang dia adalah pelajar yang pandai walaupun demikian tetapi aku amat sangat malas mengakui itu.

Ia langsung merebut penaku dan mulai mengerjakan soal-soal itu, tanpa ia sadari aku sedang memperhatikannya mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Dia terlihat sangat Cool saat berdiri di hadapanku, tangan kirinya menopang keseimbangan badanya, tangan kananya sibuk mengerjakan soal kima, Wajahnya amat sangat serius, sesekali dia memutar-mutarkan penaku.

Aku berteman dengannya sudah sejak duduk di bangku SMP kelas VIII, tanpa diduga aku satu kelas dengannya di kelas X di Madrasah pinggir rel kreta api itu. Ia benar-benar berubah yang paling kentara darinya adalah tinggi badan yang berubah derastis.

‘’Nih udah selesai.’’ Katanya singkat.

‘’Waw, thanks yah.’’

‘’Yo sama-sama.’’

Setiap istirahat pasti ia menghampiriku, padahal jarak dari kelasku ke kelasnya lumayan jauh. Lorong kelas itu menjadi saksi bisu keakrabanku dengan dirinya, tiang-tiang dan dinding lorong kelas itu sering menjadi bahan sandaran kami, tak jarang juga tiang-tiang dan lorong itu menjadi pelampiasan kami.

Hingga tiba waktunya untuk ku pergi Rihlah Ilmiah ke Jogjakarta.

Tujuan Rihlah sekolahku adalah, Borobudur, Ketep Pass, Museum Biologi, Taman Pintar, Kraton Joga, dan Malioboro.

Saat di Borobudur, Ketep Pass, Museum Biologi, dan Kraton aku asyik dan sibuk bersama teman dan kelompok Rihlah ku sendiri, ia pun demikian sibuk dengan kelompok dan teman-temanya.

Salah penafsiran ini berawal sejak di Taman Pintar Jogjakarta, aku dan teman-temanku sudah lelah berkeliling taman pintar, dan kami memutuskan untuk makan siang di food court Taman Pintar. Berhubung gue anggota Jurnalistik yang kerjanya mendokumentasikan setiap aktivitas siswa jadi gue makannya rada telat karena gue harus motret motret dulu. Wal hasil karena gue makannya rada terlambat di tinggalin dah sama kelompok gue (resiko jadi wartawan).

‘’Woy.’’ Suara itu kembali terdengar, sudah hampir 4 hari aku tidak mendengar suara itu.

‘’Eh kuya kemana aja loe baru keliatan.’’

‘’Kagak keliatan, loe kira gue setan.’’

‘’hahahaha.’’

‘’Rin Nonton Film 4Dimensi yuk!’’ ajaknya padaku.

Waw, dia mengajakku Nonton, tawaran baru darinya, biasanya dia hanya mengajakku bermain catur, or ngerjain soal Mtk… (Di Jogja tanggal 8 April dia ngajak gue Nonton, udah mulai Ge’eR ni gue).

‘’45 menit Cuy durasi filmnya, kelamaan tau. Kitakan udah mau pergi lagi, anak anak yang laen aja udah pada jalan ke Bis.’’

‘’Iya juga si, loe mau Ice Cream gak, gue yang bayar deh.’’

What, udah hampir 4 hari engga ketemu, pas ketemu langsung ngajak nonton, and mau neraktir gue Ice Cream, omg. Itu bukan kebiasaan dia banget, heran badai gue, tapi gue seneng topan. Entah kenapa gue seneng banget bisa jalan and makan ice cream sama dia, padahal kalo diliat biasa aja ko seperti persahabatan lainnya.

Dari pintu keluar Taman Pintar hingga pintu gerbangnya kami berdua berjalan bersama sembari berbincang ringan. Di pintu gerbang kami bertemu pasukan Cewek-cewek IPA 1 yang bawel abis.

‘’Cie, yang lagi berduan.’’ Ledek salah satu temanku.

‘’Apaan si loe.’’ Jawabku ketus, (ketus si tapi seneng juga diledekin).

‘’Katanya loe mau nonton sama Rin-rin kok gak jadi?’’ tanya temanku lagi masih dengan nada meledek pada sahabat ku.

‘’Wow, tar kalo gue ngajak Rin-rin nonton loe pasti ikut kan, tar loe malah ganggu lagi.’’

Double what, ternyata dia udah cerita sama temen gue kalo dia mau nonton sama gue, and dia gak jadi ngajak gue nonton karena takut kalo temen gue ganggu acara nonton film 4 Dimensi itu. Secara gak langsung berarti dia maunya cuma nonton sama gue doang (tambah Ge’eR gue sama ini anak OMG)

‘’Hahahahaha.’’ Aku hanya bisa tertawa (bingung mau jawab apa mending ketawa aja deh).

Akhirnya gerombolan anak Kelas XI IPA 1 itu meninggalkan kami berdua. Dan sepanjang perjalanan dari gerbang Taman Pintar hingga parkiran bis dia bercerita tentang James Bon 007, katanya dia pengen banget jadi agen rahasia kaya James Bon.

Sesampainya di Bis kami masih bersama, dan sepanjang perjalanan dari TP sampai ke Malioboro kami habiskan dengan bermain Poker bersama.

 Senja hari di Malioboro

Mentari sudah condong di ufuk barat, sinar mentari yang berwarna jingga menimbulkan warna kemerahan di pipinya yang putih.

Di Malioboro inilah tingkat ke Ge’eRan ku memuncak.

Sepanjang menyusuri jalan Malioboro kami tak henti-hentinya bersanda gurau. Aku mencari berniat membli suiter bermotif batik, dan ia mencari Samurai, katanya ia ingin seperti Ichigo tokoh utama dalam anime Bleach sang malaikat kematian yang memiliki samurai.

Berjalan bersamanya benar-benar membuatku tenang, ketika itu tak ingin rasanya waktu berlalu, tak ingin rasanya berhenti berjalan menyusuri jalan Malioboro.

Matahari terbenam hari mulai malam, terdengar suara burung hantu suaranya merdu….

Akhirnya ia memutuskan untuk membeli sweeter batik bersamaku di sebuah butik batik jalan malioboro.

Aku suka bersamanya dan aku suka berada didekatnya, dan kami sama sama suka. Suka sebagai sahabat No more. We are Best Friend 4 ever.

                                                            Jogjakarta, 8 April 2012

 

                                                                        Rinrin & Ichigo BestFriend For ever

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s