Unforgettable Experience

Posted: January 2, 2012 in my frist note

Unforgettable Experience

Tak pernah aku merasa sebahagia ini ketika berpijak di tanah nan gersang dan berdebu di Bogor bagian Barat (Parungpanjang), hujatan syukur kepada sang pencipta tak henti-hentinya ku sampaikan, rasa tegang dalam jiwa ku mulai mencair begitu melihat tanah ini, belum genap 8 Jam aku meninggalkan tanah ini, namun rasa rindu yang mendalam sudah menancap di lubuk hati ku.

Tanggal 29 Desember 2011 aku bersama seorang sahabatku pergi ke daerah Serpong untuk Hunting buku, dan mengunjungi 21 tentunya. Hal yang biasa bagi siswa kelas XI mengisi liburan dengan Hunting buku, tetapi menjadi luar biasa ketika memasuki kawasan perkotaan seperti BSD kami mengendarai sepeda Motor tanpa Helm. 

Yah,bisa kalian bayangkan betapa tegangnya kami selama perjalanan menuju BSD, amat sangat tegang, rasa takut begitu melanda jiwa kami, kami takut kena tilang karena berkeliaran di pusat kota dan di jalur cepat tanpa menggunkan helm, sudah jelas kami di bawah 17 tahun yang tentunya belum memiliki SIM.

Aku merasa menjadi pusat perhatian para pengemudi di lalulintas, sorot mata yang mereka berikan tidak lah bagus tatapan yang pernuh arti.

Begitu sampai di WTC dengan selamat tanpa hambatan tetap saja rasa tegangku tak kunjung hilang, ketika sampai di toko Buku selera membaca ku sudah sirna tertutup dengan rasa tegang, dengan sembarang ku ambil beberapa buku tanpa membaca sinopsisnya terlebih dahulu, begitu juga saat menonton film, mata ku memang tertuju pada film namun pikiran ku jauh meayang memikirkan bagaimana jalan pulang yang akan kami tempuh.

Singkat cerita kami keluar dari WTC dan menuju parkir Motor, memasuki jalan 1 arah dengan 5 jalur menjadi monster bagiku yang bisa kapan saja di jalan itu kami tiba-tiba di tilang polisi, sudah berkali-kali kami di hadiahi Klakson keras dari pengemudi lain, dan berjuta teriakan dari orang-orang yang meneriaki kami ‘’ Woy Helm, nekat loe di sini kagak pake Helm.”

Berkali-kali kami melewati Pos Polisi beruntung para polisi lalulintas itu sedang sibuk bermain kartu di posnya, saingan kami di jalan ini bukan hanya angkot saja tetapi ada Bis antar Kota yang melaju dengan kencang membuat jiwaku semakin takut dengan jalanan ini.

Dalam perjalanan ini ku teringat pada lirik lagu Kepompong-Sindentosca,

Persahabatan bagai kepompong

Mengubah ulat menjadi kupu-kupu…

Persahabatan bagai kepompong

hal yang tak mudah berubah jadi indah…

Yah, dengan ikatan dan rasa persahabatan antara aku dan dia membuat perjalanan yang menegangkan ini menjadi pengalaman yang menyenangkan.

‘’ Perjalanan yang bener-bener gila buat gue, keliling kota tangerang naek motor gak pake helm,jadi pusat perhatian orang seantero jalan, gilaaa, gue gak mau lagi pergi ke Serpong naek motor, mending naek kreta deh, lebih aman. Wajar bila gue ngerasa seneng banget begitu nginjek tanah Parungpanjang yang gersang n berdebu.’’

The Crazy Adventure with Ira Samsul Farihah, 29 Desember 2011, gue gak akan pernah lupa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s