First day In 2012

Posted: January 2, 2012 in my frist note

First day In 2012

Sejak pukul 3 pagi di tanggal 1 January 2012 hujan sudah mulai turun, suara kembang api  tak terdengar lagi. Selalu ada harapan baru di tahun yang baru, begitu pun dengan ku, harapan yang besar akan hidup lebih baik selalu muncul setiap pergantian tahun.

Pagi yang sepi hanya hujan yang meramaikan pagi ini, mungkin orang-orang masih terlelap di balik selimut mereka yang hangat, akibat menghabiskan malam sampai larut untuk merayakan malam tahun baru bersama orang-orang terdekat mereka.

Jam dinding menunjukan pukul 09.00 WIB, tempat pemukiman ku yang biasanya ramai riuh oleh aktifitas kini sepi, hanya ada suara rintik hujan yang menghantam genting-genting rumah, semua pintu rumah tertutup rapat.

Kesunyian di hari pertama ini akibat dari berlebihan merayakan tahun baru saat malam pergantian tahun, bagai mana di tahun ini mereka akan menjadi lebih baik jika di hari pertamanya saja sudah tidak melaksanakan Sholat Subuh akibat rasa kantuk yang merajalela sehingga mengakibatkan mereka tertidur di waktu subuh.

Di temani dengan gitar coklat ku, ku pandangi lekat-lekat ke luar jendela menembus tirai hujan yang tercipta di beranda rumah ku.

Aku melihat sepasang suami istri yang sudah renta menggunakan spatu Boat hitam, dan jas hujan Kuning sedang memunguti sampah-sampah yang bersrakan di lapangan, mereka berdua adalah petugas kebersihan di tempat pemukiman ku, Suami istri yang memiliki 7 anak dan pada pekerjaan itu lah mereka menggantungkan hidup.

Tak ada hari libur bagi mereka, di saat masyarakat sedang terlelap dalam kehangatan rumah, sedangkan mereka berhujan-hujan untuk memunguti beronggok-onggok sampah yang berserakan. Dalam  perayaan malam tahun baru tak ada masyarakat yang ingat bahkan mengajak mereka untuk sekedar menkmati malam tahun baru yang hujan kan kembang api, apa lagi mengajak mereka untuk menikmati hidangan malam tahun baru.

Siapa lagi yang rela berhujan-hujan di tanggal 1 January 2012 hanya untuk membersihkan lingkungan selain petugas kebersihan.

Tak lama kemudian segerombolan bocah tanpa alas kaki berhamburan menyerbu lapangan yang penuh dengan genangan air, mereka tampak senang menikmati hujan yang turun dari langit tanpa takut akan masuk angin, yang ada dalam pikiran mereka hanyalah main.

Terlihat  dari balik jendela kamar ku bahwa sang petugas kebersihan bersama istrinya berbicara pada bocah bocah itu, entah apa yang mereka bicarakan tiba-tiba bocah-bocah itu sedang berlomba memunguti puing-puing arang dan lintingan kembang api yang berserakan, terlihat wajah yang tulus serta tawa bebas terpancar dari bocah-bocah itu ketika berlomba membantu petugas kebersihan.

Bocah-bocah  itu adalah kumpulan dari anak-anak pemukiman ini, ada anak tuan tanah, anak tukang bakso, anak Pak Guru, anak Pak RT dll, tak ada kasta yang membatasi bocah-bocah ini dalam bermain, dan berbagi.

Aku tersenyum senang melihat tingkah bocah-bocah itu, sama persis seperti aku dan teman-teman ku ketika 10 tahun lalu, ketika itu petugas kebersihanya belum terlalu renta, masih kekar dan gagah, dari muda hingga renta mereka tetap saja menjadi petugas kebersihan.

APA MEREKA PUNYA KEINGINAN UNTUK MERUBAH NASIB????? 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s