take picture

Posted: September 10, 2011 in cerpen

Sore hari yang tenang, mentari yang masih terbenam di ufuk barat lembayung masih menemani senja, terpecah lah kesunyian itu dengan datangnya suara kereta api di samping sekolah ku, memang jam pulang sekolah sama dengan jadwal kreta lewat, semua murid berhamburan ke luar gerbang, aku pun demikian, ku menunggu seseorang di depan gerbang, karna ada banyak sekali yang ingin ku bicarakan dengan nya, sudah terlihat batang hidungnya dari kejahuan sedang bergegas menghampiriku, yah dia adalah ketua jurnalistik, sebut saja namanya Ares, Anike Ares Saputra. Oya aku lupa perkenalkan,nama ku Salsa Pangiindra Dipura.
“sorry-sorry lama nunggu yah?” kata Kak Ares dengan terengah engah, “gak ko, gak lama-lama amat”. Jawab ku ketus.
Dalam diam kami berdua berjalan perlahan meninggalkan gerbang sekolah, kami masih berjalan dalam diam sampai kami berada di pinggir rel kreta, dipinggir rel memang, tetapi ada jarak 3m dari rel ketempat kami berjalan, sampai tiba dia memulai pembicaraan.
“kok diem, katanya ada yang ingin di sampaikan” tanyanya singkat sambil berjalan santai, “bingung gue darimana mulainya, bay the way bolehkan pake loe n gue ngomongnya” kata ku pelan, “haha boleh boleh aja lagi, gak masalah ko kalau loe manggil gue gak pake kak, toh kita dah di luar sekolah kan, ko bingung ngomong tinggal ngomong susah amat loe?”
Aku : “ Res kalo hasil liputan anak-anak jurnal,biasanya di gimananin?”
Ares : “ya, yang pertama di kasi ke sekolah hasil liputannya, terus nanti kalo mau di pajang di mading baru kita cetak.”
Aku : “owh kita yang nyetak, uangnya dari mana res, hasil liputan kan banyak, and cetak foto itukan lumayan mahal”
Ares : (dia sempat tersenyum saat mendengar perkataan ku) “kita pake dana dari uang kas buat nyetak fotonya, and gak semuanya di cetak paling beberapa aja”.
Aku : “kalo gitu uangkas habis hanya untuk mencetak foto aja dong?”
Ares : “ ya, kalo kita mencetaknya tiap minggu pasti habis, tapikan kita gak tiap minggu nyetak foto, paling jika ada hari-hari besar aja, kaya 17 Agustus, hari pahlawan dan lainlain dech yang sempat dirayakan di sekolah, pasti akan di tampilkan fotonya walau hanya beberapa”. Begitu paparnya sangat jelas dan detail.
Hati ku membatin (percuma dong gue liputan ini liputan itu kalo hasilnya ternyata gada yang tau, kalo pengen ngasih tau harus cetak sendiri, trus apa manfaatya kita ngambil foto setiap ada acara kalo gak di tampilin, emang sih bukan salah kita 100% , karna salah 1 faktornya adalah jurnalis gak punya cukup dana untuk menampilkan semua foto hasil liputan, tapi apa gak ada cara lain) benak ku terus memebayangkan bagai mana nasib hasil liputan ku selama mengikuti acara pelantikan pramuka, segala macam jenis dokumentasi telah ku ambil seharian penuh, dari mulai foto, video, wawancara bak seorang reporter sungguhan di tengah sawah yang panas, akankah sia sia begitu saja.
Saat sedang berpikir keras bagai mana caranya agar hasil liputan ku ini tak sia-sia begitu saja, tiba tiba aku ingat film catatan akhir sekolah yang di bintangi oleh Vino G Bastian, aku tau persis jalan ceritanya karna ku sudah tamat membaca novelnya + lebih dari 3x aku menonton filmnya, jelas aku hafal betul jalan ceritanya dan selukbeluknya tapi yasudahlah ini buka saatnya membahas film tersebut but this time to think how about my take picture.
Ku mempercepat langkah ku, mengejar langkah kak Ares yang 2m lebih jauh di hadapan ku, dan langsung mengatakan apa yang ada dalam benakku tadi, “Res, gimana kalo jurnal bikin film documenter kaya catatan akhir sekolah” Tanya ku penuh inspiratif, “boleh aja bagus malah tapi gima bikinnya” dahi Ares mengerut saat menjawab sambil mengankat ke 2 bahunya. Percakapanpun kembali sengit.
Aku :” gampang res, kita tinggal nyatuin aja video , foto sama text jadi satu terus di edit edit”.
Ares : “ ia gampang buat yang bisa, tapikan kenyataanya anggota jurna gada yang bisa, terus kita gak punya camera yang cukup canggih untuk membuat video dengan hasil jernih, selama ini kita hanya mengunakan camera digital biasa dan untuk membuat video itu harus ada minimal hand came untuk take picture and take movienya.”
Aku : “res bayangin dech , kalo seandainya kita sukses bikin video documenter, kita bikin perubahan yang signifikan, kita jadi generasi pertamanya, u bayangin semua itu res, w yakin kita bisa res.’’
Ares : ‘’iya gue tau, tapi kalo Cuma loe and gue yang bikin tanpa pihak laen mang bisa? Gak kan, kita harus kerja sama, gue bukannya mengecilkan mimpi and harapan loe ya, tapi buat sekolah setara sekolah kita SDPnya belum cukup mampu untuk bikin yang kaya gitu “
Aku : ‘’ SDP??? Maksundnya apaan?”
Ares : ‘’hahahahaha.. itu singkatan dari Sumber Daya Pelajar”
Aku :’’ owh,, heheh ,, loe bias aja res, lanjut ke pokok perbincangan kita!’’
Ares : ‘’ ya itu kalo pendapat gue mah, kita belum bisa untuk bikin yang kaya gitu , bikin mading aja kita masih sering keteteran”
Aku :’’ ia juga, tapi res coba loe bayangin betapa kerennya kita nanti setelah berhasil bikin video documenter, nanti kita bisa bikin film beneran, terus jadi sutradara terkenal dech”.
Ares : ‘’ HAHAHAHAHAHAHAHAHAH salsa-salsa, loe boleh aja punya mimpi, tapi jangan kertinggian, tar jatoh sakit terus geger otak terus jadi sarap ia loe yang ada..hahahah . Gini ya sa, gue juga pernah punya mimpi yang luar biasa buat jurnal, ya itu bikin majalah sekolah setiap bulan, tapi setelah gue paham betul apa itu jurnal yang di sekolah kita, gue sadar emang gak gampang bikin perubahn yang kaya gitu, sekarang mikir yang real-real and yang sederhana aja, loe pikirin dech tuh gimana madig kita bisa rame banyak yang baca, itu aja dulu loe pikirin, jangan yang aneh-aneh “.
Aku : ‘’akh res loe ga asik, kalo kita gak punya mimpi , kita gak punya tujuan idup tau gak!,,, lagian loe lupa sama lirik lagu bondan prakoso bahwa hidup berawal dari mimpi, yang berarti kalo loe ingin mengisi hidup kita harus bermimpi.”
Ares : ‘’ia gue tau, tapi gue takut loe jadi sarap gara-gara mimpi loe itu gak kesampean, kan gawat kalo anggota jurnal ada yang sarap, hahahahahahah, woy bangun woy, loe idup didunia nyata loe liat sekitar loe, jangan ngayal terlalu jauh berpikir yang realita aja”. Kata ares sambil menunjukkan dahinya oleh jari telunjuk.
Aku : ‘’terserah loe dech res you can judge I’m a dreamer but I’m not the one, and trust me nothing impossible in the world”.
Ares : “yeah I know you are not the one , but I’m not trust if nothing impossible in the world, because nothing the chicken can fly like a bird”.
Aku : ‘’hahahah, we are not the chicken but we are the human brother , and we can do anything in the world”.
Ares : “ whatever dech sa, terserah loe yang penting gue dah ngingetin loe”.
Lirik lagu baondan prakoso “ya sudahlah” terngiang di benakku “ketika mimpi mu yang begitu indah, tak pernah terujud ya sudahlah, saat kau berlari mengejar angan mu dan tak pernah sampai ya sudahlah’’
Okay, mumgkin ares benar tapi tetap akan ku coba sendiri, meyujudkan impian ku demi hasil liputan ku yang sudah susah payah ku ambil, tak akan ku biarkan hasil liputan ku menjadi penguhuni abadi hard disc computer, akan kujadikan hasil liputan ini menjadi sejarah dalam hidup ku.
Tak terasa akhirnya aku dan ares sudah harus berisah di pertigaan komplek dan tak terasa kami sudah jauh meninggalkan rel kreta.
Sesampainya di rumah aku bergegas melakukan kegiatan yang sudah rutin kukerjakan saat pulang sekolah yaitu mandi, sholat, makan, dan membaca buku sampai waktu maghrib tiba. Maghribpun tiba, aku dan keluarga pun melakukan sholat berjamaah di rumah, karna memang hanya di waktu maghriblah kami dapat sholat berjamaah bersama, yah karna di waktu ini Rama sudah pulang kerja, Kakak-kakak ku sudah pulang kuliah, dan ibuku sudah pulang mengajar dari sekolahnya yang di kelola oleh yayasan yang di bangun sendiri oleh beliau bersama rekan-rekannya, selepas sholat maghrib kami melanjutkan kesibukan masing-masing, Rama kembali sibuk dengan laptopnya, kakak-kakak ku sibuk akan buku-buku kuliahnya, dan ibu ku sibuk merapikan baju-bajunya maklumlah ibu ku wanita karir jadi tak heran jika ada waktu luang beliau sibuk memilih dan merapikan baju-bajunya, beliau punya perinsip “penampilan sangat penting dalam dunia karir”. Tapi tak menular pada ku, aku sangat tak peduli dengan penampilan, yang penting aku suka dengan baju yang ini, yang itu tidak peduli bagus atau tidak menurut orang lain yang penting aku suka.
Karna malam ini dalah malam sabtu aku terbebas sejenak dari tumpukan buku-buku pelajaran ku, ku beranjak dari tempat sholat menuju kamar, ku ambil buku di rak buku yang sudah sesak dengan buku-buku koleksi ku, belum selsai 1 halam ku membaca, ku kembali ingat dengan mimpiku membuat video documenter dan menjadi siswa pertama di sekolah ku yang membuatnya , dan mengharumkan nama jurnalistik, jurnalistik yang tidak lagi hanya menggunakan mading sebagai media satu-satunya untuk memberikan informasi. Beruntung aku mempunyai kakak yang kuliah di jurusan computer walaupun aku tak tahu persis apa nama fakultasnya dan jurusannya, yang jelas dia mempelajari ilmu computer, Bintang Perdana Pangiindra Dipura itu nama lengkapnya abang bintang panggilanya.
“ Bang, lagi sibuk gak?” Tanya ku basa basi, “gak, gue gak sibuk, napa emang?” jawabnya datar, “bang loe tau cara bikin video documenter gak?” Tanya ku sambil duduk di sampingnya, “ ish loe ngapain si dempet dempet, gue engap tau, gampang bikin video documenter mah” jawabnya sambil branjak dari tempat semula dan pindah mejauh dari ku, “ ajarin bikinnya dong bang?’’ pintaku sedikit memaksa, “ogah, loe belajar sendiri aja , gue juga di kampus gak di ajarin” jawabannya terdengar sangat menyebalkan. “ bang ko loe gitu si sama gue, rugi loe bang punya ilmu gak bagi bagi”, kataku kesal. “ nich loe baca aja buku gue, belajar sendiri lebih bagus dari pada di ajarin” jawabya sambil memberikan buku agak tebal yang berjudul Movie Maker , “ahk yang bener aja loe bang masa buku tebel kaya gini gue suruh baca sendiri, gue pengen besok hari minggu pas pensi di sekolah videonya udah jadi bang”.
Bintang : ‘’loe maksa banget si kayanya, belajar itu gak instan mana bisa loe belajar malem sabtu , hari minggu udah jadi videonya, walaupun jadi palig brantakan.”
Aku : “bisa dong bang gue kan beda sama anak-ank laen, selagi masi ada kemungkinan pasti biasa bang, janga bilang gak bisa sebelum mencoba.”
Bintang : “hahah bahasa loe dek, dah kaya orang tua, tau gak, tapi bagus deh, ternyta ade gue punya sipat optimis yang pastinya nular dari gue kan dek?”
Aku : “dich iya ajalah gue mah biar cepet, jadi gimana u ajarin gue langsung aja yah bang!”
Bintang : “ ogah, ni gue kasi rangkuman gue aja, Cuma 10 langkah loe udah bisa bikin video documenter.”
Aku : “nah gitu dong bang, thank you ya abang ku yang paling ganteng seeeeeeeee rumah ini”.
Aku bawa rangkuman abang ku ke kamar dan membukanya.
Cara mudah membuat video documenter
Oleh Bintang Perdana Pangiindra Dipura

1. Klik star- windows movie maker
2. Terlihat work page klik import picture/video-ok (brows di folder tempat menyimpan file)
3. Klik import music- ok (brows di folder tempat menyimpan file)
4. Potong bagian lagu dan video sesuai ke inginan kamu, denagn cara klik music/video yang sudah di import-tungu sampai music/video itu berputar-klik paus pada bagian yang ingin di potong-klik split the klip (maka akan ada file, file 1 bagian yang sudag di potog, dan file 2 adalah file sisa potongan.
5. Drag semua picture/video pada story board
6. Sisipkan text, transition, and video effects (klik make tittle or credits utuk membuat text pada picture/video,klik make video transition pilih transition yang kamu suka, sisipka pada picture/video yang kamu pilih,klik make movie effects untuk effects pada picture/video sama seperti make video transition cara penggunaanya.
7. Drag music yang sudah di edit pada story boar.
8. Save project klik file-save movie file.
9. Simpan file di manapun yang kamu suka.
10. Putar di winamp or windows media player.

Aku bergegas menyalakan computer tua Pentium 4 yang sudah hampir 5 tahun menghuni kamar ku, terdengar suara beep 1 kali saat dinyalakan pertamakali itu berarti computer ku masi dalam keadaan baik, begitu kata pak kamal guru TIK ku “jika computer pertama kali dinyalakan terdengar beep 1 kali berarti computer dalam kondisi baik”.
Ku masukan cable USB pada port di CPU kesambungkan dengan camera digital sekolah yang masaih ada didalam tas ku, karna belum sempat kukembalikan setelah meliput pelantikan Bantara. “found new hardware” yes berarti sukses cable USB ini terbaca oleh computer ku, ku buka file picture dan video yang sepanjang hari ku ambil bersama rekan ku dari jurnalistik, aku tersenyum merkah ketika melihat wajah teman-temanku yang sudah dekil karna 2hari 3malam tidak mandi, di coreng coreng pula, lucu sekali melihat wajah mereka, demi sepasang Bantaralah mereka rela mengikuti pelantikan yang menyebalkan, dan menyita waktu, akupun demikian demi mendapatkan badge rela berdandan seperti orang gila, jika dipikir-pikir kegiatan seperti itu tidak terlalu penting, tapi memang tidak afdol jika mengikuti kegiatan ekstra kulikuler tanpa mengikuti pelantikan. Go back to the my topic .
Ku buka windows movie maker sesuai petunjuk tadi, untuk per cobaan ku coba mengimport 5 foto dan 1 video, ku mulai mengedit video sesuai petunjuk, tak begitu sulit rupannya hanya butuh waktu 30 menit untuk memahami bagai mana caranya memotong video dan menghilagkan suaranya, ku drag semua foto dan video yang sudah ku edit tadi pada story board ,ku sisipkan transition dan effects agar gambar lebih hidup, ku masukan pula beberapa text di awal, tengah dan di akhir story board, ku klik view dan yeah I’m can make that, gambar bergerak sesuai harapan tulisan awal muncul dengan manis, di sambung video editan ku terputar degan sempurna , dilanjut pergantian foto dengan indah dan pemunculan text yang tepat, menambah video documenter pertama ku semakin menawan, huh aku tersenyum senang segera ku mengirim sms pada Ares untuk kabar gembira ini.
Aku : res, w dah bsa, kin video documenter nie (nama juga sms jadi w singkat)
Ares : wedwh, hbt u sa, bagus bagus, w pngn liat dong.
Aku : tar w ksi liat, btw u bilang ya sama ketua pensi , jurnal minta waktu 20 menit wat pemutarn video.
Ares : sip, gampang lah itu mah , oke tar w bilang sama ketuanya, btw u buth bantuan gak????
Aku : gak usah, makasih, tar u mlah ngerecokin age,,,,
Ares : owh ya udah met kerja yah, and jangan tidur mlm bngt!!!!!
Aku : thnks .
Ares : wlcme .
Entah mengapa setelah mendapat sms dari Ares menambah semangat ku untuk melanjutkan membuat video ini, lanjut aku mengimport 1 lagu untuk percobaan, ku coba pahami bagiamana cara memotong lyrics-lyrics , dan yeah tak butuh waktu lama aku sudah pahambetul bagai mana caranya untuk mengedit music pengisi video dokumenter ku ini.
Bergegas ku mencari bang bintang utuk memperlihatkan hasil video percobaan ku, ku melihat jam dinding ternyata sudah jam 10.46 p.m, ternyata ku menghabiska waktu 4 jam 46 menit untuk video berdurasi 3 menit, wajarlah kan aku tadi sambil belajar memahami apa itu movie maker, “bang ayo bang liat video gue” kata ku sambil menarik narik lengan abang ku ini. “hah, jadi belum tidur, jadi loe langsung bikin videonya, gue kira loe gak serius mau bikin entu video” abangku terkejut melihat adik nya masih berkeliaran malam-malam begini, “ ya ialah bang gue serius, udah loe liat aja video gue” paksa ku sambil menyeretnya ke kamar ku.
Begini kira-kira reaksi abangku ketika melihat video (dia duduk di bangku depan meja computer ku, mulai memutar video ku, lalu tersenyum bangga) dan berkata “loh Cuma 3 menit , loe bikin durasi 3 menit doang , ampe 4 jam lebih, yah tapi lumayan lah udah bagus hasilnya jauh lebih bagus dari yang gue bayangkan, tapi ko 3 menit doang?” tanyanya heran. “yah gue kan sambil belajar bang” jawab ku membela diri. “ ya udah udah bagus ko, hebat loe langsung bisa, udah tidur loe sonoh” perintahnya terdengar sedikit perhatian terhadap ku, karna jarang loh dia begitu, hehehehe.
Aku : “dich kok loe ngusir gue dari kamar gue sendiri?”
Bintang : ‘’ dulu tuch ini kamar gue, terus loe lahir eh kamar gue di pidahin deh ke kamar samping, udah pokoknya malem ini gue mau tidur di sini, loe tidur di kamar gue sono”.
Tanpa banyak cingcong aku pun pindah karna memang sudah teramat sangat mengantuk, tak butuh waktu lama dalam hitungan detik aku sudah tertidur lelap di bawah selimut hangat favorit ku.
Sabtu 04.30 a.m
Ku buka mata, kulihatjam berbentuk bola basket milik abang ku, terlihat waktu pukul 04.30 a.m aku bertekat kuat hari ini akan jadi hari yang sangat melelahkan, karna hari ini aku akan melakukan salah satu langkah untuk mewujudkan mimpiku tuk membuat film dokumenter, azan subuh belum berkumandang, aku pun berniat untuk mandi, aku ingin hari ini pikiran dan badan ku segar kembali jadi aku nyaman tuk membuat video ini walau harus seharian penuh di hadapan computer, tak butuh waktu lama tuk mandi, jam 05.00 aku sudah selsai mandi dan siap tuk sholat subuh yang dilanjutkan membaca al-quran walau hanya 1 ain, setelah selasai sarapan aku langsung duduk kembali di hadapan computer.
Langsung saja ku hidupkan computer, menunggu proses booting ku isap permen lollipop kesukaan ku, langsung ku hidupkan winamp, ku pilih lagu meraih mimpi dari j-rock untuk memulai hari ini, ku buka software windows movie maker ku import semua foto dan video, ku pilih beberapa lagu untuk sountrak video ku seperti love drunk-boys like girl,what the hell-avrill, my love-westlife,change the world-samurai X, and owl city-saltwaterroom
Ku pakai cara alif fikri tokoh utama dalam trilogy negri 5 menara menuliska MAN Jadda WAjadda, Alif mengguakan kata-kata tersebut disaat sedang bekerja keras untuk menghadapi tes masuk universitas, di saat malas belajar alif kembali melihat tulisan tersebut dalam dompetnya dan ia kembali bersemangat dalam belajar, aku pun demikian kutulis dengan huruf capital semua “BERANI BERMIMPI, BERANI BERAKSI, JANGAN HAYA BERDIAM DIRI” ku taruh tulisan tersebut di sebelah monitor ku, guna mengingatkan ku agar jangan hanya bermimpi utuk membuat video ini , tapi aku harus memulai membuatnya dan jangan sampai berenti ditengah jalan, harus sampai selsai.
Lankah pertama ku adalah mengedit video, saat mewawancarai peserta pelantikan sebelum pelantikan (prapelantikan), hanya membutuhkan waktu 15 menit video ini sudah selesai ku edit dan sempura seperti apa yang ku inginkan, lanjut dengan mengedit video ku sendiru yang berlaga bak seorang reporter yang sedang di medan perang, ku membayangkan tenda-tenda yang ada di sekelilingku adalah tenda prajurit perang seperti di Gazza Palestina , padahal sebenarnya hanyalah perkemahan biasa yang didirikan oleh para anggota Pramuka, pengeditan video ini selsai dengan cepat, video trakhir yang harus ku edit adalah video wawancara ku bersama Pradana Putra sebagai ketua Pramuka dan ketua panitia Pelantikan.
Semangat ku kendur sejenak, ku torehkan padangan ku pada kertas di samping monitor ku yang bertuliskan “BERANI BERMIMPI, BERANI BERAKSI, JANGAN HANYA BERDIAM DIRI” semangat ku kembali naik, tiba tiba ponsel ku bergetar, dan yeah benar ada pesan singkat dari Kak Ares.
Ares : “sa, gmana videonya, jdi gk? Klo jadi w mau bilang ma ketua panitia’a!!!!
Aku : “jdi, nie lagi w bikin!!!!!!
Ares : “good luck ya sa, and kalo butuh bantua bilang ja, w pasti dateng wat bantuin u!!!!”
Aku : “ thnks ,,, ia , sejauh ini w lum buth bantuan so far so good brother…”
Ares : “ bagus dah, met bikin video yah. Don’t give up , I trust you can do it”.
Entah mengapa setiap kali mendapat sms dari kak Ares semangat ku kembali meluap-luap, seperti ada gaya dorong dalam dirinya yang membuat lajuku terus bergerak sampai titik terjauh, bahkan tak terhingga.
Ku putar lagu NUMB-linkinpark agar semangat ku tambah mantap, mulai ku susun urutan video dan foto-fotonya agar jelas benang merah dari video ini, ku urutkan dari mulai prapelantikan, sampai akhir pelantikan pada story board, ku sisipkan beberapa text dan puisi agar terlihat lebih hidup, ku tambahkan video effects beserta transitionsnya menambah video ini semakin terlihat sempurna sesuai dengan apa yang ku bayangkan.
01.45 p.m tak terasa semua itu menghabiskan waktu 7 jam, ku save dulu projeck setengah jadi ini, ku matikan computer ku sejenak, membiarkan mesinya beristirahat agar tidak terlalu panas pastinya. Sesibuk apapun, aku tetap harus ingat,dan melaksanakan sholat, selepas sholat zhuhur , tanpa melakukan apa-apa lagi aku langsung melanjutkan membuat video documenter sambil membawa beberapa better dan susu coklat favorit ku.
Ku buka lagi projeck setengah jadi itu, saatnya menambahkan soundtracknya,ku potong sebagian liriknya saja yang aku suka untuk jadi soundtrack, mulai dari love drunk-boys like girl,what the hell-avrill, my love-westlife,change the world-samurai X, sampai owl city-saltwaterroom sudah selasai bagian mana saja liriknya yang akan ku gunakan dalam projeck ini, ku urutkan lagi potogan lirik-lirik itu dan ku darg semua pada storyboard.
Mendrag soundtrack lagu adalah finishingnya, well video documenter selsai pada pukul 04.12 p.m, sebelum benar-benar ku save filenya menjadi movie, ku lihat dulu hasil akhirnya sembari memeriksa adakah yang salah atau tidak, well done ternyata perfect persisi seperti yang terbayang dalam benakku, and than I can save this projeck menjadi movie file. Tak sabar rasanya ingin cepat-cepat memutar video ini di hadapa tema-tema serta sahabat ku di sekolah, terutama Ares, ingin sekali ku tunjukan padanya bawha aku benar-benar mampu mewujudkan mimpiku.
Terasa benar-benar melelahkan hari ini, ku butuh istirahat, yah sembari menunggu maghrib ku sempatkan tuk mengirim pesan pada ares.
Aku : resss, good news videonya udah jadi, kalo u mau liat dateng aja ke humz w.
Ares : oyeah , are you sure???
Aku : yess, I’m sure….
Ares : wait me, I’m will to come your home sista..
Aku :I’m wait you brother…
5 menit kemudian Ares sampai di halaman rumah ku, dia tampak berbeda, lebih terlihat cool dan keren, dengan menggunakan celana basket warna hitam, kaos abu-abu gombrang ala hip-hop R&B dan suiter hitam khas atlet, suiternya polos yang membuatnya semakin terlihat benar-benar cool dan keren.
Tanpa basa-basi lagi ku persilahkan ares masuk, dan melihat video documenternya, video ini berdurasi 20 menit. Begini kira-kira reaksi Ares saat melihat tayangan video ini. (dia tersenyum senyum sendiri, lalu kadang kadang tertawa kecil, tak jarang pula ia mengerutkan dahi “mungkin heran dengan kegiatan anak pramuka”).
Seusai menyaksikan bersama video documenter perdana Jurnalistik, Ares langsung pulang sambil mengucapkan “ you right sisther, nothing impossible in the world”……
Minggu pagi 10.00 a.m di aula sekolah
It’s time to show….
Tiba-tiba saja Ares naik ke atas panggung pentas seni lalu menyampaikan sesuatu,“assalamualaikum wr.wb, teman-teman ku sekalin, hari ini akan menjadi hari bersejarah bagi Jurnalistik, kalian tau kenapa? Karna hari ini kami akan menampilkan video documenter perdana kami, inilah video documenter perdana kami dengan tema “journal on journey” .. jeng jeng,,,,,,,, tiba muncul dilayar infokus lab tulisan
(Journal on journey
is
The first video documentary of journalistic)

Dengan soundtrack intro dari love drunk-boyslike girl, tak ku duga seluruh siswa langsung berdiri dan yang di luar kelaspun langsung memasuki aula. dengan antusias mereka mendongak-dongakan kepala agar dapat melihat secara utuh gambar yang ada di layar, begitu intro lagu dari love drunk terdengar dari pengeras suara, serentak mereka semua hening, diam menanti ada kejutan apa selanjutnya di layar infokus.

(tampak wajah familiar anggota pramuka calon bantara ini berwajah tampan, dilyar tampak dia sedang mengatakan sesuatu, “ yah perkenalkan nama saya M. Ilham saya anggota pramuka Calon Bantara, hemmm harapan saya mengenai pelantikan pertama ini semoga, berjalan lancar sukses tanpa ekses, dan mengenai apa saja yang ahrus di persiapkan yaitu yang paling penting adalah fisik dan mental karna memang pelantikan Calon Bantara berlangsung cukup lama 3 hari 2 malam, jadi bagi tema-teman yang mengikuti bersiap-sipalah dan kita harus berhasil mendapatkan Bantara,and SALAM PRAMUKA”. Saat ilham mengatakan salam Pramuka dia begitu bersemangat sambil mengangkat tagan kanannya.)

Semua bersorak gembira dan tertawa senang sambil bertepuk tangan, terlebih lagi wajah ilham tampak memerah, mungkin Ilham tak menyangka bahwa dirinya akan tampil dilayar infokus yang ditontotn oleh seluruh siswa.. dari kejahuan tampak wajah Ares tersenyum merkah yang di berikannya jelas untukku, bukanya aku Ge eR tapi memang di tersenyum saat memandangku.
(video ilham berganti dengan manis oleh foto-foto saat upacara pembukaan, tampak gagah foto Pradana putra menjadi pemimpin upacara, foto terus berputar dengan sempurna, terlihat pasukan yang berbaris dengan rapih, pemasangan tenda bersama, tampak pula kegiatan para CABAN (calon bantara) sedang membuat rak-rak dari bambu, tersisip foto para senior Pramuka yang sedang duduk-duduk santai di bawah tenda)
Perputaran foto ini semakin hidup dengan ditambahnya soundtrack what the hell-avrill, semua tampak heboh terutama para anggota pramuka yang wajahnya tampil di lyar infokus.
(muncul text “hari ke 2 Pelantikan” text berganti dengan mulus dengan video wawancra kami bersama Pradana Putra, “selamat siang semuanya SALAM PRAMUKA,,, Alhamdulillah sejauh ini pelantikan berjalan lancar, tanpa ada hambatan, dan kakak ingin mengucapkan terima kasih pada rekan-rekan dari jurnalistik yang sampai sekarang masih setia meliput acara ini, agenda hari ini adalah hightking, jika rekan-rekan dari jurnal ingin ikut dan meliput bisa langsung saja bergabung bersama kami di camp”. Di akhiri dengan senyum manis dari sang Pradana)
Sontak para pelajar putri teriak-teriak histeris ketika melihat tayangan ini, karna memang Pradana Putra ini termasuk pelajar yang di kagumi oleh para pelajar putri, ia aktifis, tampan, cerdas, murah senyum, dan sangat bersahaja, tapi tetap bagi ku di sekolah ini hanya Ares lah yang dapat membuat jatungku berdegup cepat saat bersamanya.
( tayangan video berganti dengan putaran pergantian foto-foto, tampak wajah-wajah yang tercoreng-coreng berwarna hitam melekat pada para CABAN, ada yang sedang memegang tongkat, ransel, dan tali, mereka semua mengenakan topi daun, persisi seperti tentara hendak berperang , sudah wajah di coreng-coreng menggunakan topi daun pula, keliling kampung lagi)
Semua tertawa terbahak-bahak oleh tayangan ini, bagai mana tidak, kami melihat teman kami di coreng-coreng memakai topi daun, itu sangat lucu bukan, pada tayangan ini pula aku di pelototi oleh teman-teman ku dari anggota pramuka. Ku hanya membalas dengan tawa, ku pikir mereka akan marah ternyata tidak mereka ikut tertawa juga.
Singkat cerita video documenter selsai diputar, tepuk tangan yang meriah menambah ramainya suasana di aula, aku yang sedang duduk manis di bawah pohon depan aula sambil mengunyah better ke sukaan ku, tiba-tiba aku di serbu oleh sahabat-sahabatku, mereka semua takhenti-hentinya membicaraka video documenter buatan ku tadi, aku di banjiri ucapa selamat da berbagai macam pertanyaan, akhirnya kami semua tertawa bersama di bawah pohon, akhirnya jurnalistik menjadi ekstrakulikuler terfavorit di sekolah ku, hari ini adalah hari bersejarah bagi juralistik dan aku pastinya, aku masih tetap bermimpi tuk mejadi penulis dan sutradara semoga ter ujud. Amin.
Aku dan Ares semakin akhrab setelah hari itu, Ares sekarang percaya bahwa “janga pernah takut tuk bermimpi, karna hidup berawal dari mimpi, dan mimpi merupakan bagian dari kehidupan”
…………………………………………………………………………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s