the Dream Box

Posted: August 13, 2011 in the Dream box

Kembali kamasalalu “hahahahahah” kami tertawa bersama di bawah pohon rindang depan kelas yang bertuliskan X Ipa 2. Di bawah pohon inilah tempat kami mencurahkan segala sesuatunya. Kami berempat duduk melingkar di temani 4 bungkus better, kuaci dan soft drink yang biasa kami bawa kemanapun kami pergi. Kami berempat adalah 4 sahabat sejak kelas X dan sampai sekarang kami sudah minginjak di kelas XII. siapa yang sangka Emir Robula yang dulunya pendiam kini menjadi siswa yang terkenal dan menjadi perhatian setiap orang, tak di sangka-sangka di sudah menjadi drummer terkenal seantero kota bogor. Esha pramudia adalah sahabat ku yang paling hobi olahraga, terutama basket, Esha tuh cool abis dari dulu, gak heran kalo banyak siswi yang sirik dengan ku, karna ku bisa deket sama cowo se cool and se tampan Esha. Sultan Assegaff, ini dia mahluk teraneh yang pernah ku temui, di selalu saja mengangu hidupku, siapa sangka kini di menjadi ketua OSIS. Begitupun dengan ku, Emma Sadega aku dulu siswa pendiam yang entah mengapa selalu saja di ganggu oleh siswa laki laki terutama sultan. Untunglah ada Emir dia teman ku sedari TK dan selalu membantu ku. Aku dan Emir mempunya tanggal lahir yang sama hanya beda tempat, aku di RS Bogor ruang 5 dan Emir di ruang 3. “ sha gimana rencana kita buat liburan kali ini di villa om loe?” Tanya Sultan dengan mulut penuh better pada Esha. “ jadi ko, kita tinggal siapin apa aja yang harus kita bawa?” jawab esha santai. “kita mau brapa lama di sana?” Tanya ku “ya, sampai libur akhir tahun dong Emma Watson suka sinkong” jawab sultan tanpa dosa. “yee,, mangnya loe Sultan Kutilang (kulit ama tulang” jawab ku jengkel “hahahahahahahahahahahahahahah” tertwa puas emir dan Esha “sul w jadi inget dulu loe gak pernah akur sama emma,hahaha” celetuk Emir. “bener banget tuh, apa lagi pas MOPD wih sadis” sambar Esha “eh asal loe tau ya, w tuh dulu gregetan banget liat cewek diem aja, tapi kalau udah ngumpul sama temen-temen ceweknya malah paling brisik” jawab sultan. “hahahahahahaahhaahahahah”tiba tiba emir tertawa “Mir loe kenapa, setres loe ya? Ketawa ga jelas gitu” sambar Esha. “enak aja loe,w ketawa gara-gara” berhenti sejenak dan menunjukan tangannya pada tong sampah pelastik di depan pintu kelas, “tuh tempat sampah warna merah ada tali rapianya lagi” “terus apanya yang lucu si?” sultan heran sambil mengerutkan dahi. “ah payah loe semua, masa lupa, inget engga? Dulu waktu kita MOPD di sinikan suruh bikin tas pake tong sampah and tali rapia “ jawab emir. “owh iaiaia, w inget hahahahahahah, malu banget w, secara cowo ganteng kaya w pake tas kaya gitu, gak pantes banget kan” Esha menjawab dengan membanggakan wajahnya yang tampan dan rupawan itu, memang benar dia tampan setiap kali berkumpul bersama, ku tak henti-henti memuji makhluk ciptaan tuhan yang satu ini di dalam hati. Emir, Esha dan Sultan masih membahas betapa lucunya dan menyebalkannya masa MOPD. Sementara itu pikiran ku melayang pada masa lalu saat pertama kali bertemu mereka. Aku ingat kejadian pada hari pertama MOPD (Masa Orientasi Peserta Didik). “1, 2, 3, ayo cepet dong lelet banget si, jadi anak SMA itu harus gesit, jangan lelet” teriak kaka mentor MOPD. “Mir buruan ke jalannya, loe gak liat tuh kaka mentornya udah teriak teiak nyuruh buruan’’ “nyantai aja si mma, lagian masih pagi juga, kita gak kesiangan ini” Aku dan Emir berjalan dengan santai menuju aula yang berada di ujung sekolah. Sekolah ku kali ini sangat sederhana namun rindang dan asri tak bertingkat membentuk later U di pojok sebelah barat ada musholah yang kecil dan bersih, aula berada di sisi barat masih 1 baris dengan mmusholah. “Stop, kalian absen dulu” seorang Mentor memberhentikan kami tepat di samping pintu masuk aula. “nama kamu siapa?” “ Emir Robula Kak” “kamu siapa?” “Emma Sadega Kak” jawab ku gugup Emir langsung masuk ke aula meninggalkan ku sendirian di depan pintu. Ku melangkah satukali dan BUKKKKKK, GUBRAKKKKKKK PRAAAAANNG, “hahahahahahahaha” semua siswa menertawakan ku yang baru melangkah sekali sudah menabrak meja Mentor yang penuh dengan alat tulis, Emir tau itu aku yang membuat keributan di pagi hari karna ke cerobohanku , karna memang aku payah dalam mengkoordinasikan gerak tubuh ku, belum sampai langkah emir tuk membantu ku merapihkan meja mentor yang brantakan, tiba-tiba di belakang ku terdengar suara, “aauuuwwww, sakit tau jangan injek kaki w” “hahahahahahah” anak anak lain tertawa lagi Ternyata aku menginjak kaki siswa lain yang baru dating dan ingin masuk ke aula,”so so sorry w gak sengaja” jawab ku malu “ia gak apa apa ko, loe ngapain lagi berdiri depan pintu? “ ujarnya lembut dengan suara merdu. “ trus itu kenapa lagi meja ampe brantkan gitu?” Tanya pelan. Belum sempat ku menjawab, kak Mentor datang menghampiri kami menyuruh kami segera duduk di tempat yang tersedia dan dia merapihkan meja yang tadi ku tabrak. Baru 5 langkah ku berjalan sudah menendang kursi di senelah kanan ku, hampir ku jatuh untung ada Emir yang memegangiku. “ Mma loe kalo jalan konsen dong, biar gak nabrak nabrak gitu!” “ia mir w juga tau” “tau tau aja, kalo tau kenapa nabrak-nabrak gitu?” Ku tak menjawab pertannyan Emir, karna tak penting bagiku, karna masih terbayang banyang wajah siswa baru tadi yang kakinya sempat ku injak, suara merdunya, matanya yang teduh,hidungnya yang mancung, alis tebal, kuit putih, postur tubuhnya indah tinggi dan terlihat manis oleh lesung pipit yang begitu kentara saat ia tersenyum. Siapakah ia???????????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s